Kompensasi Keterlambatan Pesawat

Pesawat terbang memang merupakan salah satu mode transportasi yang sangat diminati oleh masyarakat Indonesia. Hal ini dikarenakan waktu tempuhnya yang lebih cepat jika dibandingkan dengan mode transportasi jarak jauh yang lainnya. Namun, mode transportasi yang satu ini bukan tanpa kendala.

Terkadang banyak juga kendala yang dialami oleh transportasi ini. Biasanya hal ini muncul diakibatkan karena banyak sekali hal. Bisa dikarenakan faktor teknik mesin, maupun juga bisa dikarenakan faktor alam yang tidak memungkinkan.

Kompensasi keterlambatan pesawat

Hal yang paling lumrah dan sering kali terjadi adalah fenomena delay pesawat. Kejadian ini sendiri merupakan salah satu kendala yang sering ditemui oleh mereka yang menggunakan pesawat sebagai pilihan transportasinya.

Bisa dikatakan keterlambatan atau delay ini memang sering kita temukan. Biasanya kejadian ini sering terjadi saat arus penumpang sedang banyak-banyaknya. Efek sari kejadian ini sendiri bisa bermacam-macam. Untuk mereka yang tidak terlalu dikejar dengan waktu, kejadian ini tidak terlalu menjadi masalah.

Namun, bagi mereka yang sedang dikejar dengan waktu kejadian ini akan menimbulkan masalah yang cukup rumit. Ketika terjadi delay dengan jangka waktu tertentu, maka seharusnya masyarakat mendapatkan kompensasi atau ganti rugi. Hal ini merupakan sebuah kewajiban yang haru dilakukan oleh pihak maskapai dan tidak boleh tidak dilakukan.Kompensasi keterlambatan pesawat

Pemberian kompensasi ini sendiri pada dasarnya sudah di atur dalam peraturan pemerintah yang tertuang dalam Permenhub 25/2008 pasal 36 yang berbunyi :

  1. keterlambatan lebih dari 30 menit sampai dengan 90 menit, perusahaan angkutan udara niaga berjadwal wajib memberikan minuman dan makanan ringan
  2. keterlambatan lebih dari 90 menit sampai dengan 180 menit, perusahaan angkutan udara niaga berjadwal wajib memberikan minuman, makanan ringan, makan siang atau malam dan memindahkan penumpang ke penerbangan berikutnya atau ke perusahaan angkutan udara niaga berjadwal lainnya, apabila diminta oleh penumpang
  3. keterlambatan lebih dari 180 menit, perusahaan angkutan udara niaga berjadwal wajib memberikan minuman, makanan ringan, makan slang atau malam dan apabila penumpang tersebut tidak dapat dipindahkan ke penerbangan berikutnya atau ke perusahaan angkutan udara niaga berjadwal lainnya, maka kepada penumpang tersebut wajib diberikan fasilitas akomodasi untuk dapat diangkut pada penerbangan hari berikutnya.

Kompensasi keterlambatan pesawat

Sementara itu pada peraturan Permehub yang paling baru yaitu Permenhub 77/2011 Pasal 11 menyebutkan :

  1. keterlambatan lebih dari 4  jam diberikan ganti rugi sebesar Rp 300.000 per penumpang
  2. diberikan ganti kerugian sebesar 50 persen dari ketentuan huruf a apabila pengangkut menawarkan tempat tujuan lain yang terdekat dengan tujuan penerbangan akhir penumpang (re-routing), dan pengangkut wajib menyediakan tiket penerbangan lanjutan atau menyediakan transportasi lain sampai ke tempat tujuan apabila tidak ada moda transportasi selain angkutan udara.
  3. dalam hal dialihkan kepada penerbangan berikutnya atau penerbangan milik Badan Usaha Niaga Berjadwal lain, penumpang dibebaskan dari biaya tambahan, termasuk peningkatan kelas pelayanan (up grading class) atau apabila terjadi penurunan kelas atau sub kelas pelayanan, maka terhadap penumpang wajib diberikan sisa uang kelebihan dari tiket yang dibeli.

Itu tadi beberapa kewajiban kompensasi yang harus didapatkan oleh penumpang jika terjadi keterlambatan. Jika kita menggunakan dasar peraturan pemerintah tersebut maka jika timbul masalah saat terjadi keterlambatan atau delay yang berlarut-larut maka dapat diselesaikan dengan baik.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *